Peluang Bisnis

peluang usaha

The Best

Senin, 01 Agustus 2011

KUMPULAN FATWA-FATWA AL-MAGHFURULAH MAULANA SYAIKH TGKH. M. ZAINUDDIN ABDUL MADJID

Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. ( Al-A'raf : 176 )


1.      Jangan sekali diantara kamu memecah belah anakku yang dua (23 Februari ’96).

Nama Rauhun dan Raihanun Maulana Syaikh ambil dari salah satu surat dalam Al-Qur'an yaitu Surat Al-Waqi'ah ayat ke-89.

Artinya : Maka dia memperoleh ketenteraman              dan rezki serta jannah kenikmatan. (Al-Waqi'ah : 89 )



Dua nama tersebut diharapkan oleh beliau benar-benar menjadi ketentraman dan pemerolehan rizki yang bermanfaat baik untuk keluarga, bangsa dan negara. Dua bunga yang tumbuh harum mewangi semerbak, yang harumnya mampu menyapu bau asap pekat negeri ini.

Pondok Pesantren Darun Nahdlatain NW Pancor dan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, dua pondok pesantren tempat beliau menanam benih yang melahirkan tunas-tunas baru dan berharap menjadi mercusuar di daerah Timur pulau Lombok serta menjadi kapal untuk mengarungi lautan luas. Keduanya pula tidak boleh tergores atau terluka karena keduanya adalah bunga yang memberikan keharuman dan nakhoda yang mengantarkan hingga sampai pada tujuan.

Ketika kering melanda, ia rela menyiramkan air, ketika banjir datang ia rela menjadi yang terdepan untuk menghadang, ketika lapar dan haus menjelma, ia tiada berlagak buta. Keharmonisan dalam kebijakan, biarkan berbuah kenyamanan. Keakuran dan kebersamaan, tetapkan beriringan karena ia adalah satu untuk selalu menyatu meski beraneka rintangan tertumpuk berbatu.








2. Mudah-mudahan kamu bisa kompak utuh tidak bisa terkecoh dengan orang yang  tidak mengingat dirinya, orang tua dan gurunya dan tidak tergoda oleh antek-antek setan, keluarga setan, kuli setan dan mendapat taufiq hidayah masuk syurga bighoiri hisab. (Rabu 24 Maret 1996).














Maulana Syaikh kini telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, Rabb Yang Maha Agung, Dzat Yang Maha Segalanya. Beliau ditutup usianya pada hari Selasa, 20 Jumadil Akhir 1418 H / 21 Oktober 1997 M. meninggalkan kesan mendalam bagi seantero warga Nahdlatul Wathan,  tidak saja di dalam negeri akan tetapi kepergian beliau juga tembus sampai ke Timur Tengah, negerinya para nabi dan rasul. Rasa hati yang pilu tidak bisa terbendung, air mata menetes membasahi pipi, Maulana telah meninggalkan kita semua, meninggalkan beribu-ribu hikmah yang tertanam di bumi Rinjani. Akankah akan terlupakan mutiara-mutiara berharga, akankah teralpakan zamrud-zamrud molek yang terpercik rata membekas indah di kening-kening para pemikir, di dahi-dahi para pejuang, di tangan-tangan para penyelam lautan  hikmah. Subhanallah, senyum beliau mengalir, jiwa beliau kokoh dan tegar. Pada cita-cita beliau ada jutaan asa setinggi Himalaya dan Rinjani. Pada murid-murid beliau tertanam hamparan benua-benua yang akan tumbuh subur menghijau, menaungi tanah-tanah kering, menyegarkan lahan-lahan kerontang. Lalu tumbuh bunga-bunga harum dikelilingi embun bersih berkilau. Semerbak di seluruh pelosok negeri. Kita komit menegakkan perjuangan ini.
Kala hayat beliau, nasehat-nasehat mengalir dengan lantunan yang indah dan menawan bagai tetesan air mengalir menyejukkan hati yang gersang, bagai semburan sinar mentari pagi menerangi jagat yang masih kelam. Membangkitkan semangat dikala hati sedang rapuh dan pilu. Dikala ribuan insan-insan lemah mengharap dorongan dan stimulan. Beliau bangkit mengangkat tangan, menyeru untuk maju di tengah-tengah pertempuran. Serentak. Allohu Akbar. Jubah putih bersih selalu menemani dihiasi surban khas indah menawan. Gagah, berani dan santun. Dengan lembut doa-doa beliau menyelimuti segala penjuru dan berharap kita semua kompak, utuh dan bersatu untuk menegakkan agama melalui Nahdlatul Wathan.
Harapan itu masih ada dan tidak boleh kandas, tidak harus ambruk dengan hantaman badai, dentuman peluru, sabetan keris atau pedang. Hanya dengan keteguhan, keutuhan dalam kebersamaan dan persatuan yang tidak boleh lepas dan terlupakan, kita akan terbentuk menjadi manusia yang mengalami prosentasi secara HDI ( Human Development Index ) atau disebut juga IPM ( Indeks Pembangunan Manusia ), manusia yang secara fisik dan ruh berkembang dengan ikatan-ikatan erat yang dibentuk para ulama’.
Saudara-saudaraku. Harapan-harapan beliau yang menyuruh warganya untuk kompak, utuh bersatu tidak pernah lepas dan tidak pernah dilupakan tatkala beliau mempunyai kesempatan baik  di majlis-majlis pengajian ataupun di tempat-tempat lain. Kalimat kompak, utuh, bersatulah terus didengungkan supaya menjadi perekat rasa kebersamaan yang beliau harapkan dari dunia sampai akhirat.
Sesungguhnya nilai beliau itu ada pada perbuatan baiknya, inovasi dan keunggulannya, pada ilmunya, pada kedermawanannya, pada kelembutan sikapnya, pada imannya, pada jihadnya, dalam sopan santunnya, dalam kemuliaannya dan sifat serta gelar yang baik-baik.
Dengan jemarinya yang lembut beliau menulis wasiat dalam Hizib Nahdlatul Wathan yang tercatat pada tanggal 23 Ramadhan 1376 H/23 Maret 1957 M. yang berbunyi :

اولادى الاوفياء.........وتلامذتى العقلاء
ان اكرمكم عندى.......انفعكم لنهضة الوطن
وان شركم عندى .......اضركم بنهضة الوطن
فصابروا ورابطوا وجاهدوا ثم جاهدوا فى سبيل نهضةالوطن لإعلاء كلمة الدين والوطن
تكون بحول الله تعلى من المجاهدين لدينه والبارين المخلصين فى السر والعلن.
 فتح الله علينا وعليكم ورزقنا واياكم والمحبين الحسنى وزيادة.
Anak-anakku yang setia  dan murid-muridku yang berakal.
" Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisiku ialah yang paling banyak bermanfaat untuk perjuangan Nahdlatul Wathan, dan sejahat-jahat kamu di sisiku ialah yang paling banyak merugikan perjuangan Nahdlatul Wathan".
Karena itu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga, berjuang/kemudian berjuanglah di jalan Nahdlatul Wathan untuk mempertinggi citra agama dan negara.
Niscaya kamu dengan kekuasaan Allah SWT tergolong pejuang agama, orang shaleh dan muhklis baik pada waktu sendirian maupun pada waktu bersama orang lain.
Semoga Allah membukakan pintu rahmat untuk kami dan kamu, dan semoga  Ia menganugerahi nikmat tambahan yang tiada taranya yaitu melihat zat-Nya dari dalam surga.

Kemudian dalam Wasiat Renungan Masa Maulana Syaikh menyebutkan pula :
" Wahai anakku kompak bersatu
   Jangan terpikat bujukan hantu
   Bersilat lidah setiap waktu
   Di balik udang batu di situ

" Bahwa iblis dua macamnya
   Yakni syaitan dan manusia
   Yang paling bahaya iblis kedua
   Karena lidahnya sangat berbisa

Maulana Syaikh mengharapkan kebersamaan sesama Islam, berjuang atas nama Allah tidak terpikat dengan bujukan syaitan yang nyata maupun tidak nyata
1.  Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2.  Raja manusia.
3.  Sembahan manusia.
4.  Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5.  Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
6.  Dari (golongan) jin dan manusia.


Hilangnya kebersamaan tidak jarang menimbulkan malapetaka dan perpecahan. Kejayaan Islam di masa lalu begitu disegani dan ditakuti oleh dunia barat baik dari seni arsitekturnya, budaya, ilmu perang, ilmu politik dan kegagahberanian tentaranya, sangat termasyhur pada masa itu. Sebut saja pada zaman bani Umayyah, bani Abbasiyah dan masa-masa kejayaan Islam yang tidak lain kemegahan dan kegemilangan itu diraih dengan rasa patriotisme dan semangat kebersamaan. Namun apa yang terjadi pada era sekarang, Islam tertindas di mana-mana, Irak negerinya hancur porak-poranda, Palestina menjerit. Beribu-ribu ummat Islam dibantai oleh kaum kafir laknatullah, tetapi Islam belum menunjukkan kekompakan secara utuh bahwa Islam itu kuat, Islam itu mempunyai solidaritas, bahwa sesama Islam di manapun berada adalah saudara kita. Ketika saudara kita tertindas, kita harus merasakan penderitaannya dan berani berbuat untuk membantu sesama. Yang terjadi justru hanya ada di beberapa negara kecil saja  yang peduli dan berani menyuarakan keberanian, itupun  sangat jauh dari negeri-negeri Islam yang dilanda bencana.
            Mari kita wujudkan rasa kebersamaan untuk kejayaan Islam, negara dan bangsa kita. Ingatlah Allah berfirman dalam Surat  Yunus : 19 :
 Manusia dahulunya hanyalah satu umat, Kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu. ( Yunus 19 )

            Keberagaman makhluk di muka bumi bukanlah untuk dipertentangkan, akan tetapi sebagai wujud yang perlu dicerna untuk dipikirkan oleh kita bahwa kita adalah hamba yang memiliki kelebihan dari makhluk apapun. Perkhilafan pandangan bukan sebagai garis kebenaran mutlak untuk personal saja namun harus ada bukti yang mendukung bagaimana kadar keunggulan yang menunjang pendapat sesorang tersebut sehingga akan valid dan kuat keabsahan ide ataupun gagasan yang dituangkannya.
            Jika terjadi sebuah perbedaan, maka bukan harus diselesaikan dengan kekerasan, pengintimidasian,  ataupun  memblack list rival hingga menjatuhkannya. Tetapi yang sangat perlu, mari kita berfikir cerdas melalu kebijaksanaan berdasar keadilan, karena Allah sesungguhnya tidak menyukai perpecahan dan pembuat kerusakan, karena perpecahan hanya mengkacaukan peradaban di muka bumi. Bangsa Irak yang terkenal dengan keagungan dan kemegahannya pada masa-masa khalifah Abbasiyah harus tumbang karena hilangnya rasa persatuan dan kesatuan. Kerajaan Mongol yang tidak menyembah Allah mengapa mampu menumbangkan kekuatan Islam yang seharusnya jaya karena adanya kepercayaan bahwa Allah memberikan rahmat-Nya. Tapi sekali lagi kita mundur dan terbelakang karena Islam sudah hilang rasa persatuan dan kesatuannya.
Bangsa Barat sangat mudah memporak porandakan negeri-negeri Islam, meluluhlantakkan tempat-tempat ibadah dan menghancurkan tempat-tempat penting yang menjadi tempat perkumpulan Islam. Dan negara-negara Islam masih belum membuka selimut beranjak menuju oase, membersihkan muka supaya lebih jernih menatap " apa yang harus aku lakukan untuk agama Islam ". dalam Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru disebutkan :

" Junjungan alam telah bersabda
   Sungguh celaka si budak harta
   Umat Islam di mana berada
   Asalnya satu dan bersaudara


" Aduh sayang !
  Dasar selamat BERSATU KALIMAH
  Bersatu DERAP bersatu LANGKAH
  Dasar bahaya BERPECAH BELAH
  Terkadang membawa SU'UL KHATIMAH

Selanjutnya yang paling  penting, orang tua dan guru merupakan dua insan yang tidak boleh lepas dari diri kita. Mereka paling perlu dihargai dan dihormati, dido'akan agar selamat di dunia dan di akhirat.
Ya Tuhan kami, beri ampunlah Aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". ( Ibrahim : 41 )

"Orang yang bakti kepada guru
  Mendapat faidah hikmat yang baru
  Tidak terduga lebih dahulu
  Memang Allah pemberi selalu

" Kalau durhaka kepada guru
   Hatinya kecil selalu terburu
   Akhlaknya rusak jasmaninya pilu
   Terkadang hidupnya haram melulu

" Aktif mengajak melawan guru
   Hawa nafsunya buru-memburu
   Di banyak soal selalu keliru
   Terkadang matinya tidak menentu

Bahkan Maulana Syaikh sering mengingatkan pada saat pengajian beliau dulu sebuah syair :

اُقَدِّمُ أُسْتَاذِى عَلَى نَفْسِى وَالِدِى # وَاِنْ نَالَنِى مِنْهُ الْعِزُّ وَالشَّرَفُ
وَذَاكَ مُرَبِّى الرُّوْح وَالرُّوْحُ جَوْهَرٌ # وَذَاكَ مُرَبِّى الْجِسْمِ وَالْجِسْمُ
 كَا الصَّدَقِ

"  Saya selalu mengutamakan kepentingan guru saya dari ibu bapak, walaupun dengan adanya ibu bapak saya menjadi orang mulia dan terhormat. Guru tu pemelihara ruh dan ruh itu bagaikan intan permata. Dan ibu bapak itu pemelihara jasad sedangkan jasad itu tak ubahnya seperti kotak kosong "

( Dan Seterusnya.....Bisa Dibaca Dalam Buku ” Detik-Detik Terakhir Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ”/Kumpulan Fatwa Beliau dari tahun 1996-1997 )


0 comments:

Recent Posts

Daftar Blog Saya

The Best

iklan

Related Websites

Ada kesalahan di dalam gadget ini