Ada Yang Mantap di Sini!

PPC Iklan Blogger Indonesia

Ada Yang Mantap di Sini!

PPC Iklan Blogger Indonesia

Kamis, 18 Juni 2015

Pesan Maulana Syaikh (cuplikan isi buku Seberkas Sinar dari Al-Abror)

NWBersatu.5. Embe taok muridku si’ bani bebantelan dunia akherat. Luean si mentingang  dirikne doang. ( Maulana Syaikh, 20 Maret ’96 )
     ( Manakah muridku yang berani berjuang dunia akhirat/lillahi ta'ala. Lebih banyak yang mementingkan dirinya sendiri )

Bani bebantelan dunia akhirat ( Berani sehidup semati/berjuang sekuat tenaga dunia akhirat ).
Kalimat ini merupakan sebuah tantangan sekaligus harapan agar murid Maulana Syaikh benar-benar berjuang lillahi ta'ala. Berjuang dengan segenap jiwa raga, tidak saja untuk memajukan organisasi NW tetapi untuk kemaslahatan ummat Islam. Harapan tersebut menguatkan bahwa guru memiliki hasrat nurani untuk benar dan tulus membentuk murid-muridnya. Guru adalah orang tua rohani, sedangkan ibu bapak adalah orang tua jasmani ( yang melahirkan kita ). Guru merupakan jalan kita mengerti bagaimana kekuasaan Allah, bagaimana keagungan Allah, sehingga kita memahami apa yang seharusnya kita perbuat dan tinggalkan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Seseorang tidak akan memperoleh kesuksesan dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat apabila ia tidak menghormati gurunya dan ilmu itu sendiri. Dalam Kitab Ta'limul Muta'allim disebutkan :

ماَ وَصَلَ مَنْ وَصَلَ اِلاَّ بِالحْرُمَةِ وَمَا سَقَطَ مَنْ سَقَطَ اِلاَّ بِتَرْكِ الْحُرْمَةِ وَالتَّعْظِيْمِ .
Artinya : Dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengangungkan sesuatu itu,  dan gagalnya juga hanya karena tidak mau mengagungkannya.

اَلاَ تَرَى اَنَّ اْلاِانْسَانَ لاَ يَكْفُرُ بِالْمَعْصِيَةِ وَاِنَّمَا يَكْفُرُ بِتَرْكِ الْحُرْمَةِ.
Artinya : Tidaklah Anda telah tahu, manusia tidak menjadi kafir lantaran ma'siatnya, tapi jadi kafir lantaran tidak mengagungkan Allah.

Saudaraku. Senantiasalah kita berbesar hati untuk selalu menerima pelajaran yang diberikan guru dengan hati yang ikhlas, perasaan yang selalu  senang, mematuhi perintahnya yang tentunya akan bermanfaat bagi kita sendiri. Murid yang sopan dan rendah hati akan mudah mendapatkan ilmu dan mendapatkan manfaat dari apa yang pernah diusahakannya. Sebaliknya murid yang sombong dan tidak sopan hanya akan menambah kesombongan dan memperburuk perilakunya.Ingatlah bahwa menuntut ilmu untuk menyaingi orang-orang yang berilmu atau untuk menarik perhatian orang lain kepada dirinya, maka Allah akan memasukkannya ke neraka.
lalu sepatutnyalah murid selalu memberi salam kepada gurunya setiap bertemu dengannya dan menjabat tangan dan berusahalah selalu tersenyum ketika berhadapan dengannya.
Mengunjungi guru ketika mereka dalam keadaan sehat apalagi dalam keadaan sakit dan selalu mendoakannya.
 Kesalahan yang terbesar bagi penuntut ilmu apabila ia tidak menghormati gurunya, tidak menghormati keturunan gurunya, tidak menghormati orang yang bersangkut paut dengan gurunya.
" Yang paling saya kasihani yang pernah saya ajar tetapi kelakuannya kurang ajar" . Kalimat ini Maulana Syaikh ungkapkan di depan tullab tholibat Ma'had pada hari Senin tanggal 8 September 1997.
Melupakan atau mementingkan diri sendiri setelah guru membina dan membimbing para santrinya ke jalan yang benar, tidak sepatutnya dilakukan bagi santri yang telah terdidik dan terbina dengan segala macam pengalaman.
Memperjuangkan Nahdlatul Wathan tidak cukup ketika masih duduk di bangku sekolah atau perkuliahan. Derap langkah, gelora perjuangan untuk ummat harus tetap dipegang sampai akhir zaman. Karena setiap warga NW khususnya abituren telah  berjanji dan berbai'at akan tetap memperjuangkan Nahdlatul Wathan sampai akhir zaman. " Sabun kita adalah sabun i'tikad " ( Maulana Syaikh, Kamis, 9 Oktober 1997 )



Telah Terbit Buku "Seberkas Sinar dari Al- Abror"

Price:Rp,35.000,- (250 halaman)
NWBersatu. Seberkas Sinar dari Al-Abror. buku yang mengisahkan kembali apa yg pernah disampaikan Mauana Syaikh ketika beliau masih hayat. Buku ini sangat pas dibaca oleh nahdliyyin yg tidak sempat bertemu langsung dengan beliau. Apa  sebenarnya yg dihajatkan oleh Maulana Syaikh dan wasiat penting beliau, tertuang dalam buku ini. Di tengah perbedaan pendapat para elit NW, mudah-mudahan buku ini menjadi salah satu alternatif pemecah "kekaburan" pola pikir hingga menjadi lebih terang. 
Pemesanan hubungi: 081997611211


Jumat, 15 Agustus 2014

Pesan Maulana Syaikh, tanggal 20 Maret 1996

NWBersatu.5. Embe taok muridku si’ bani bebantelan dunia akherat. Luean si mentingang  dirikne doang. ( 20 Maret ’96 )
     ( Manakah muridku yang berani berjuang dunia akhirat/lillahi ta'ala. Lebih banyak yang mementingkan dirinya sendiri )

Bani bebantelan dunia akhirat ( Berani sehidup semati/berjuang sekuat tenaga dunia akhirat ).
Kalimat ini merupakan sebuah tantangan sekaligus harapan agar murid Maulana Syaikh benar-benar berjuang lillahi ta'ala. Berjuang dengan segenap jiwa raga, tidak saja untuk memajukan organisasi NW tetapi untuk kemaslahatan ummat Islam. Harapan tersebut menguatkan bahwa guru memiliki hasrat nurani untuk benar dan tulus membentuk murid-muridnya. Guru adalah orang tua rohani, sedangkan ibu bapak adalah orang tua jasmani ( yang melahirkan kita ). Guru merupakan jalan kita mengerti bagaimana kekuasaan Allah, bagaimana keagungan Allah, sehingga kita memahami apa yang seharusnya kita perbuat dan tinggalkan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Seseorang tidak akan memperoleh kesuksesan dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat apabila ia tidak menghormati gurunya dan ilmu itu sendiri. Dalam Kitab Ta'limul Muta'allim disebutkan :

ماَ وَصَلَ مَنْ وَصَلَ اِلاَّ بِالحْرُمَةِ وَمَا سَقَطَ مَنْ سَقَطَ اِلاَّ بِتَرْكِ الْحُرْمَةِ وَالتَّعْظِيْمِ .
Artinya : Dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengangungkan sesuatu itu,  dan gagalnya juga hanya karena tidak mau mengagungkannya.

اَلاَ تَرَى اَنَّ اْلاِانْسَانَ لاَ يَكْفُرُ بِالْمَعْصِيَةِ وَاِنَّمَا يَكْفُرُ بِتَرْكِ الْحُرْمَةِ.
Artinya : Tidaklah Anda telah tahu, manusia tidak menjadi kafir lantaran ma'siatnya, tapi jadi kafir lantaran tidak mengagungkan Allah.

Saudaraku. Senantiasalah kita berbesar hati untuk selalu menerima pelajaran yang diberikan guru dengan hati yang ikhlas, perasaan yang selalu  senang, mematuhi perintahnya yang tentunya akan bermanfaat bagi kita sendiri. Murid yang sopan dan rendah hati akan mudah mendapatkan ilmu dan mendapatkan manfaat dari apa yang pernah diusahakannya. Sebaliknya murid yang sombong dan tidak sopan hanya akan menambah kesombongan dan memperburuk perilakunya.Ingatlah bahwa menuntut ilmu untuk menyaingi orang-orang yang berilmu atau untuk menarik perhatian orang lain kepada dirinya, maka Allah akan memasukkannya ke neraka.
lalu sepatutnyalah murid selalu memberi salam kepada gurunya setiap bertemu dengannya dan menjabat tangan dan berusahalah selalu tersenyum ketika berhadapan dengannya.
Mengunjungi guru ketika mereka dalam keadaan sehat apalagi dalam keadaan sakit dan selalu mendoakannya.
 Kesalahan yang terbesar bagi penuntut ilmu apabila ia tidak menghormati gurunya, tidak menghormati keturunan gurunya, tidak menghormati orang yang bersangkut paut dengan gurunya.
" Yang paling saya kasihani yang pernah saya ajar tetapi kelakuannya kurang ajar" . Kalimat ini Maulana Syaikh ungkapkan di depan tullab tholibat Ma'had pada hari Senin tanggal 8 September 1997.
Melupakan atau mementingkan diri sendiri setelah guru membina dan membimbing para santrinya ke jalan yang benar, tidak sepatutnya dilakukan bagi santri yang telah terdidik dan terbina dengan segala macam pengalaman.
Memperjuangkan Nahdlatul Wathan tidak cukup ketika masih duduk di bangku sekolah atau perkuliahan. Derap langkah, gelora perjuangan untuk ummat harus tetap dipegang sampai akhir zaman. Karena setiap warga NW khususnya abituren telah  berjanji dan berbai'at akan tetap memperjuangkan Nahdlatul Wathan sampai akhir zaman. " Sabun kita adalah sabun i'tikad " ( Maulana Syaikh, Kamis, 9 Oktober 1997 )



Senin, 11 Agustus 2014

NW Bercita-cita Kembangkan Ekonomi Umat

NWBersatu.- Ketua Panitia Perayaan Hari Ulang Tahun (Hultah) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ke-79 di Pancor Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengungkapkan, melalui Hultah kali ini, NW bercita-cita mengembangkan ekonomi umat.

Dengan pengembangan ekonomi umat, diharapkan bisa membawa perekonomian masyarakat Lotim dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada umumnya menjadi lebih baik.

Meski secara internal, pengembangan ekonomi umat sudah dijalankan namun belum maksimal dan belum merata.

"Program kita ini sudah berjalan sih, tapi tidak begitu digembor-gemborkan. Namun ke depan kita upayakan ini bisa terwujud, ini yang harus kita kejar," ujarnya.

Persiapan untuk mewujudkan dan melaksanakan program tersebut, juga sudah diterapkan di beberapa lembaga dibawah naungan NW Pancor.

Konsep ekonomi umat, katanya, bisa memberikan kesejahteraan secara merata sesuai sistim yang dikembangkan. (ari/lbk)


Terkenang Perjuangan Maulana Syeikh, TGB Teteskan Air Mata

NWBersatu.Teringat sosok pendiri Nahdatul Wathan (NW) Almagfurulahu Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Ketua Umum PBNW Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, MA meneteskan air mata di hadapan ribuan jamaah saat memberikan tausiyah di mimbar Hultah NWDI ke-79 Pancor, Lombok Timur, Ahad (10/8/2014).

Lebih dari 10 menit, Ketua PBNW yang juga Gubernur NTB tersebut menangis, hingga tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Melihat TGB menagis, ribuan warga dan simpatisan yang menghadiri pengajian Hultah NWDI secara serentak dan spontan mengucapkan takbir membuat suasana semakin nampak haru.

Sambil terbata-bata, cucu Maulana Syeikh itu pun mencoba membangkitkan semangat para jamaah dan seluruh tamu undangan yang hadir di aula Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW Pancor.

Tak lupa pula, orang nomor satu di NTB itu mengingatkan agar para santri dan warga Nahdlatul Wathan tetap menggali perjuangan Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, dengan menjaga kekompakkan. "Cobaan paling besar adalah berpecah belah. Cukup satu kali kita merasakan, dan tidak boleh kita digigit satu ular di satu lubang yang sama," ujar TGB. (ari/lbk)


NWDI MERUPAKAN SALAH SATU GERAKAN ISLAM TINGKAT NASIONAL

NWBersatu.Nahdatul Wathan yang didirikan magfrulloh maulana syekh pada tanggal 15 Jumadil awal 1356 H telah tumbuh begitu besar dengan para alumni-alumni yang banyak tersebar di seantero Indonesia bahkan di luar negri. Melalui Hultah NWDI ke 79 tahun ini Ketua Umum Muhamadyah dan Ketua Majlis Ulama Indonesia Prof.DR.Din Samsudin menyampaikan, bahwa organisasi NWDI sekarang telah menjadi gerakan islam tingkat nasional. Pada empat hari yang lalu tepatnya tanggal 6 Agustus 2014 ketika majlis ulama indonesia mengadakan pertemuan berkala yaitu forum ukhuwah islamiyah yang mengundang pimpinan ormas-ormas dan lembaga islam tingkat islam disana juga hadir perwakilan dari NWDI. Ini sebuah merupakan sebuah kebanggaan terlebih kita mengetahui pemilihan nama madrasah ini/organisasi ini dengan Nahdatul Wathan kebangkitan tanah air mengandung pengertian bahwa dalam pemikiran maulana syekh dan dalam wawasan Nahdatul Wathan tidak ada perbedaan antara kebangsaan kita dengan keagamaan kita.
Dalam kesempatan itu pula Prof.DR.Din Samsudin berharap Nahdatul Wathan bersama ormas-ormas atau gerakan-gerakan islam lain dalam sebuah kebersamaan berjihad,berdakwah untuk menjadikan indonesia sebagai baldatun thoybatun warobungafur. Umat islam indonesia yang merupakan kelompok terbesar dari bangsa ini, 88,2% dari sekitar 240 juta penduduk indonesia atau sekitar 210 juta umat islam di republik ini harus menjadi kekuatan sebagai penentu untuk kemajuan indonesia di masa yang akan datang. Maka tidak berlebihan jika kita bercita-cita bahwa maju mundurnya bangsa indonesia dimasa depan harus ikut ditentukan maju mundurnya umat islam indonesia, karena umat islam mempunyai tanggung jawab kebangsaan dan tanggung jawab keagamaan yaitu untuk bangkit, maju sehingga terwujudnya indonesia yang berkemajuan. Diakhir sambutannya Prof.DR.Din Samsudin merasa bangga dan tertarik dengan selogan-selogan/ajaran-ajaran/pesan-pesan dari maulana syekh dimana perjuangan kita yang pertama yaitu menegakkan/meninggikan kalimat Allahita’ala dan untuk kejayaan umat islam di indonesia. Kita masuk dalam organisasi harus semata-mata dengan niat mencari ridha Allah SWT, dan dalam perjuangan harus ikhlas,istiqomah yang selalu berada dalam jalan kebenaran, dan yang paling penting adalah kompak dan bersatu.

BERBAGAI LOMBA MERIAHKAN HULTAH NWDI KE 79

NWBersatu.Hultah NWDI ke 79 yang dirangkaikan dengan Haul Magfrulloh Maulana Syekh ke 17 dipusatkan di Pancor Lombok Timur dan dimeriahkan berbagai lomba dan pawai ta’aruf yang diikuti oleh para santri/santriwati serta seluruh simpatisan yang bukan saja dari Lombok Timur namun seluruh masyarakat NTB bahkan daerah-daerah lain seperti, Sulawesi, Bali, Jawa dan masih banyak lagi daerah-daerah di Indonesia. Peringatan ini merupakan tanda syukur pada Allah SWT pada nikmat yang begitu besar dimana magfrulloh Maulana telah memberikan wadah dan sarana kepada kita untuk berjuang membangun bangsa, dan bagaimana kita memanfaatkan wadah dan sarana ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Ir.Hj Rohmi Zalilah pada acara Hultah NWDI ke 79 dan Haul Magfrulloh yang ke 17 yang berlangsung di Gedung Birulwalidain Pancor Lombok Timur, Minggu 10 Agustus 2014.
Selanjutnya disampaikan Ir.Hj.Rohmi Zalilah, bahwa mendahului Hultah NWDI ini berbagai acara dan lomba telah dilaksanakan antara lain: lomba yang bersifat akademik yakni lomba pidato tiga bahasa ( Indonesia, inggris dan arab ) , Lomba debat tiga bahasa yaitu bahasa indonesia, inggris dan arab untuk tingkat Mts/SMP, MA/SMA/SMK. Disamping itu dilaksanakan juga lomba da’i/da’iah, lomba tahfiz/tahfizah, lomba marching band mulai dari tingkat SD,Mts/SMP/MA/SMA, lomba gerak jalan, bedah buku karya dari alumni mualimin, donor darah sebanyak 130 kantong darah bekerjasama dengan PMI Lombok Timur, Sunatan masal dan pawai ta’aruf yang dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu, 8 s/d 9 Agustus 2014. Namun bekan saja lomba atau kegiatan-kegiatan yang telah disusun oleh panitia yang meramaikan Hultah NWDI ke 79 tetapi para pedagang juga jauh sebelumnya berdatangan untuk mengais rezeki dan ini bisa kita lihat dari tahun ke tahun peringatan Hultah NWDI.

Minggu, 07 Juli 2013

Syaikh Ayyub: “ Warga NW Harus Bangga Punya Umi Raihanun”

NWBersatu.
Anjani, DA; Kehebatan dan kecerdikan umi Hj St Raihanun tidak saja diakui para petinggi negara Indonesia, tapi juga diakui para ulama dari Tanah Suci Makkah. Salh satunya adalah Syaikh Sayyid Ayyub Abkar Asad bin Ali al Ahdal Alyamani Al Makki. Bahkan pengajar Madrasaah Saulatiyah Mekkah ini selalu rindu ingin ke Anjani untuk mengajar thullab Mahad.
TGH Zaini Abdul Hanan kepada Dewi Anjani menuturkan sejarah kenapa Syaikh Ayyub mulai mengajar Kitab Hadist Kutubussitah (Kitab Hadits yang enam). Pada suatu hari saat Syaikh Ayyub dalam mubassyirat/halwat (Zikir) ia seolah sedang mengajar Kitab Hadist Kutubussitah di masjid Jamik Darul Qur’an Wal Hadits Anjani, yang didampingi Ust. H Khairul Fatihin (putra sulung Ummi Raihanun)
Pada saat musim haji, umi Raihanun didampingi TGH Anas Haasyri, TGH Zaini Abdul Hanan, TGH Zainal Arifin Munir, dan Sekjen PBNW al Marhum TGH Abdul Hayyi Nukman, berziarah ke Syaikh Ayyub, dan disanalah ia menceritakan isi mubassiratnya. Mendengar cerita Umi Raihanun pda tahun berikutnya langsung merealisasikan  apa yang disampaikan Syaikh Ayyub tersebut, dan hingga 2013 ini beliau sudah mengajar di Masjid Jamik Mahad Anjani sudah lima tahun tersisa tinggal satu tahu.
“Menurut Syaikh Ayyub, kalau sudah tamat Kitab Kutubussittah ini, beliau merasa puas dan sangat bahagia,”tuturTGH Zaini.
Kekaguman akan perjuangan dan kecerdikan umi Raihanun, ulama ahli Hadist ini membuat takriz kepada umi Raihanun, yang diterjemahkan oleh TGH Zaini kira-kira maksudnya.
“Seakan-akan beliau bertanya siapakah seperti Umi Raihanun dari segi pikiran, keturunan dan kelebihannya.
Dia punya kegiatan yang bersih, pikirannya jernih yang menunjukan tinggi kebijakan dan kecerdikannya.
Al Mgfurulah Maulanasyaikh sangat kagum kepadanya dan bergembira di alam barzahnya melihat aktivitas yang dilakukan umi Raihanun.
Kegiatan dan aktivitas umi Raihanun sangat mulia yang menyibukan pikiran-pikiran para cendikiawan  memikirkannya.
Mudah-mudahan ia dipanjangkan umurnya dilimpahkan keberkahan, agar para santri penuntut ilmu dapat keberkahan dan manfaatnya.
Maka penghormatan sangat tinggi disampaikan kepadanya selama dunia ini masih bersama penghuninya”.
Menurut TGH Zainim alasan Syaikh Ayyub membuat syair untuk umi Raihanun adalah pada tanggal 12 Ramadhan sekitar pukul 10 pagi, saat beristirahat, Syaikh Ayyub didatangi maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, dan berucap: “Ya Sayyid, baik yang kau lakukan ini. Silahkan istirahat”.
Syaikh Ayyub sangat menghormati umi Raihanun, sehingga sering beliau berucap barang siapa yang tidak mengikuti kebijkaan ummi raihanu dia akan mendapat masalah. Bahkan dalaam sambutann Muktamar XI di Anjani Syaikh Ayyub menyebut juga umi Raihanun sebagai seorang Mujahidah, ia berpesan hormati dia karena kebaikan ada padanya.(da-1)

Ulama’ Mekkah Nobatkan Ummi Raihanun Sebagai Mujahidah

NWBersatu.
Lombok Timur, DA; Hj Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid adalah putri sulung al Magfurulah Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, dari pernikahaannya Ummi Hj Rahmatullah.
Sebelum wafatnya maulanasyaikh mungkin hanya sebagian warga NW yang mengenal nama umi Raihanun, hal itu disebabkan karena ia tidak terlalu banyak berkecimpung dalam organisasi, waktunya habis untuk mengurus keluarga.
Kendati demikian, aura kepemimpinan Ummi Raihanun sudah diketahui ayah beliau sendiri, Maulanasyaikh, dan terbukti pasca wafatnya Maulanasyaikh, pada tahun 1997,  kondisi organisasi NW sedang tidak kondusif karena terjadinyaa faksi-faksi ditataran petinggi NW pada waktu itu.
Tanpa diduga, pada Muktamar X di Praya, Muktamirin sebagian besar memilih Hj St Raihanun ZAM sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NW menggantikan suaminya H L Gede Wiresentane, yang juga mangkat.
Sebagian peserta Muktamar keluar meninggalkan lokasi Muktamar karena tidak menginginkan Ummi Raihanun sebagai Ketua PBNW  periode 1998-2003 dengan berbagai alasan.
Pasca terpilihnya ummi Raihanun sebagai ketua umum PBNW pada muktamar X di Praya, ia bersama jajaran mulai bekerja dengan semangat juang tinggi  dan tanpa lelah terus mengarungi kerasnya medan perjuangan dan terbukti mampu mengembangkan organisasi dan madrasah NW di berbagai pelosok Nusantara. Dengan keberhasilan pada periode 1998-2003, pada muktamar XI dan XII di Anjani , Ummi Raihanun kepada dipercaya memimpin NW.
Berbagai pujianpun mengalir atas keberhasilannya mengembangkan NW serta kegigihannya memperjuangkan Islam Ahlussunah Waljamaah, bahka para ulama dari Tanah Suci Mekkah sangat kagum atas hasil yang dicapai dalam mengembangkan Islam kendati seorang perempuan. Kita bisa bayangkan, di bawah kepemimpinan ummi Raihanun, hampir setiap HULTAH NWDI di Anjani, selalu dihadiri oleh para ulama Makkah, bukan hanya satu dua orang yang hadir tapi sampai lima orang ulama dari Tanah Suci selalu ingin hadiri setiap HULTAH NWDI di Anjani. Maka tanpa ragu seorang ulama terkemuka Kota Mekkah yaitu Syaikh Sayyid Abbas bin Alawi al Maliki saudara dari Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawi Maliky al Hasani, menobatkan Ketua Umum PBNW Ummi Hj St Raihanun ZAM sebagai seorang Mujahidah Islam (pejuang Islam perempuan) yang sangat tangguh tanpa mengenal lelah berjalan dan terus berjalan mengarungi perjuangan setiap harinya.
Menurut penuturan salah seorang Masyaikh Mahad TGH Zaini Abdul Hanan, gelar Mujahidah itu diberikan ulama Makkah  pada saat Ummi Raihanun pergi umroh pada bulan Apri lalu, saat beliau berziarah ke Syaikh Sayyid Abbas bin Alawi al Maliki.
Menurut pandangan Sayyid Abbas yang memiliki silsilah keturunan Nabi Besar Muhammad SAW itu ummi Raihanun layak menyandang gelar Mujahidah, karena semangat dan nilai juang yang sangat tinggi yang dimiliki putri Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid tersebut.
Tingginya nilai perjuangan pendiri Yayasan Pendidikan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani ini terpampang jelas hasilnya seperti di tulis dalam buku “ Ibu Rumah Tangga Gemparkan Lombok” (Biografi Ummi Raihanun) yang ditulis Dr. H M Mugni, M. Kom., M.Pd.
      Di dalam buku itu ditulis bagaimana kegigihan seorang Ummi Raihanun dalam menegakan panji-panji Islam melalui organisasi yang didirikan ayah beliau, yaitu organisasi NW. Berikut kutipan tulisan Dr Mugni tentang kegigihan Umi Raihanun dalam berjuang “Kegigihan dan keberhasilan  perjuangan Umi, diakui oleh tokoh-tokoh nasional. Hal ini dibuktikan dengan kahadiran beberapa  tokoh Nasional di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani Lombok Timur. Di antara tokoh-tokoh nasional yang pernah bersilaturrahmi ke Umi, yakni Yakob Nawawea dalam kapasitas beliau sebagai Menteri Tanaga Kerja Kabinet Megawati. KH. Hasyim Muzadi dalam kapasitas beliau sebagai Ketua Umum PBNU. Din Syamsudin dalam kapasitas beliau sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah. Hatta Rajasa dalam kapasitas beliau sebagai Menteri Sekretaris Negara, dan Muhammad Yusuf Kalla dalam kapasitas beliau sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
       Menurut data yang ada bahwa selama Nahdlatul Wathan berdiri sampai akhir hayat Maulana Syaikh selaku pendiri tidak pernah dikunjungi oleh Wakil Presiden. Yang pernah berkunjung hanya sampai setingkat Menteri dan calon Wakil Presiden, seperti Harmoko dalam kapasitasnya sebagai Menteri Penerangan, Jenderal Tri Trisno dalam kapasitasnya sebagai Panglima ABRI saat itu dan akan menjadi calon Wakil Presiden, dan lain-lain.
       Tidak mungkin tokoh-tokoh ini akan hadir di Anjani kalau bukan karena ketokohan dan kegigihan Umi dalam perjuangan  dengan  hasil yang nyata. Seperti diungkapkan pada bagian pendahuluan buku ini  bahwa Umi adalah hanya sebagai ibu rumah tangga dan tidak banyak muncul dalam kegiatan-kegiatan organisasi Nahdlatul Wathan kecuali dalam kegiatan-kegiatan Muslimat Nahdlatul Wathan. Tetapi begitu Maulana Syaikh wafat dan mendapat mandat menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, Umi muncul sebagai pewaris Maulana Syaikh termasuk dalam kegigihannya dalam perjuangan. Maulana Syaikh pernah mengatakan, “Aku ingin seperti matahari selalu berputar sepanjang hari tidak pernah berhenti.” Falsafah matahari ini diwujudkan Maulana Syaikh dengan terus berkeliling sepanjang hari memberikan pengajian kepada jamaah rata-rata tiga kali sehari, yakni pagi hari untuk tullab Ma’had, siang dan sore hari memberikan pengajian di tengah-tengah masyarakat secara bergiliran.
       Falsafah perjuangan Maulana Syaikh ini diwariskan oleh Ummi dengan terus berkeliling setiap hari membina umat. Pagi hari menerima tamu yang berhubungan dengan kegiatan Nahdlatul Wathan atau politik, siang dan sore hari memberikan pengajian kepada masyarakat bersama tuan guru-tuan guru Nahdlatul Wathan. Pada malam hari pun terus menerima tamu, berdiskusi untuk kepentingan Nahdlatul Wathan, sehingga banyak orang bilang “Umi itu wanita baja, Umi itu wanita kuat, siapa laki-laki yang bisa menandingnya, seandainya Umi laki-laki, tidak terbayangkan apa yang Umi lakukan,  wajar anak bapaknya, embe aneng aik ngelek (kemana arah air jalan)”.
       Satu hal yang luar biasa, bagi Umi bila sudah menyangkut masalah perjuangan tidak ingin menunda-nunda waktu, ingin selalu cepat. Ini yang sering kali tidak bisa diikuti oleh pembantu-pembatu Umi karena mereka biasanya banyak pertimbangan dengan mengakaji akibat-akibat yang terjadi bila satu hal itu dikerjakan dengan tergesa-gesa. Tetapi kadang-kadang Umi tidak tertarik dengan diskusi atau kajian-kaajian yang terlalu lama. Pembantu-pembatu Umi yang tidak sepenuhnya menerima pola-pola yang seperti itu kadang-kadang menjadi apatis. Bahkan ada juga yang tidak aktif lagi di organisasi (Anjani) tetapi tetap berjuang di bawah bendera Nahdlatul Wathan secara mandiri dan mengakui Anjani sebagai afiliasinya. Sikap ini biasanya ditemukan pada kader-kader/pembantu-pembatu Umi yang berpikirnya rasional. Memang inilah faktanya, banyak kader Nahdlatul Wathan yang berpikir rasional sebagai produk dari pendidikan formal yang mereka peroleh. Kadang-kadang mereka sulit menerima doktrin sami’na waata’na bila tidak rasional menurut mereka. Tetapi ada juga yang terus melaksanakan semuanya tanpa banyak bertanya dengan prinsip yang penting sudah dikerjakan. Hasil dan akibat urusan belakang yang penting sudah melaksanakan perintah Umi.
       Menurut beberapa orang yang  penulis wawancarai bahwa kegigihan Umi dalam mendirikan madrasah persis sama dengan Maulana Syaikh. Bila sudah berencana mendirikaan madrasah harus terwujud dan semangatnya terus menyala-nyala. Lihat saja sudah berapa madrasah didirikan dalam masa kepemimpiannya sebagai Ketua Umum PBNW. Umi juga melakukan tradisi Maulana Syaikh dengan memberikan panitia pembangunan sumbangan awal sebagai “jejaton/penyembek”. Bahkan Umi juga langsung mengendalikan pembangunan madrasah yang di tempat itu minim orang NW-nya, seperti di wilayah Pemongkong Kecamatan Jerowaru, Tanjung Sanggar Labuhan Lombok, dan lain-lain”.
      

Rabu, 15 Mei 2013

TGB AMIN TETAP TERATAS

NWBersatu.
Hasil hitung cepat dari dari 2 lembaga survei memenangkan pasangan TGB-Amin.
Pasangan  M. Zainul Majdi- Muhammad Amin meraih suara di atas 43%, sehingga pasangan itu menang tanpa harus melakukan pilkada ulang atau putaran kedua.
Pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Barat berlangsung Senin (13/5/2013) dan tinggal menunggu hasil hitungan Komisi Pemilihan Umum.
Hasil Hitung Cepat Pilkada NTB oleh Jaringan Suara Indonesia
Kandidat
Suara
TGB-Amin (M Zainul Majdi- Muhammad Amin)
44,63%
Zul-Ichsan (Zulkifli Muhadli- H Muhammad Ichsan)
25,81%
Harum (Harun Al Rasyid- Muhyi Abidin)
22,08%
SJP-Johan (H Suryadi Jaya Purnama-Johan Rosihan)
7,48%
Sumber: Antara
Hasil Hitung Cepat Pilkada NTB oleh Lingkaran Survei  Indonesia
Kandidat
Suara
TGB-Amin
43,05%
ZUL-Ichsan
26,85%
Harun-Muhyi
23,35%
SJP-Johan
 8,75%
Sumber: kompilasi
Hitung cepat dari Jaringan Suara Indonesia (JCI) menempatkan TGB-Amin sebagai pemenang dengan perolehan 44,63% suara.
Sementara itu, pasangan Zul-Ichsan (Zulkifli Muhadli- H Muhammad Ichsan) dan Harum (Harun Al Rasyid- Muhyi Abidin) bersaing ketat di posisi ke-2.
Zainul Majdi yang akrab disapa TGB merupakan Gubernur NTB periode 2008-2013, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat.
Berikut  profil kandidat berdasarkan partai pendukungnya.
TGB-Amin (M Zainul Majdi- Muhammad Amin)
Diiusung 7 partai: Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Gerindra.
Zul-Ichsan (Zulkifli Muhadli- H Muhammad Ichsan)
Didukung 4 partai: Partai Bulan Bintang (PBB),Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Pengusaha & Pekerja Indonesai (PPPI).
Harum (Harun Al Rasyid- Muhyi Abidin)
Didudukung 18 Partai: PNBK Indonesia, PPDI, Partai Buruh, PNI-Marhaenisme,PDP, PSI,PPNUI,PPN, PPI, PAKAR PANGAN, Partai Patriot, Partai Merdeka,PMB,PIS,BARNAS,Partai Kedaulatan, PKP Indonesia, Hanura.
SJP-Johan (H Suryadi Jaya Purnama-Johan Rosihan)
Diusung 3 partai: Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). (Jibi/nj/wde)

Minggu, 05 Mei 2013

AMID MA'HAD DQH NW ANJANI DUKUNG TGB AMIN JADI GUBERNUR

NWBersatu.Amid Ma'had Darul Qur'an Wal-Hadits NW Anjani, TGH. Muh. Ruslan Zain An-Nahdly dengan tegas menyampaikan dukungannya terhadap petahana TGB Dr. KH Muh. Zainul Majdi, MA. Dukungan ini terbukti saat keluarga besar Ponpes Darul Kamal Annur NW Kembang Kerang Aikmel menyatakan dukungannya.Dukungan dikemasa dalam pengajian Silaturrahim di komplek ponpes bersangkutan. TGH. Ruslan dalam sambutannya melontarkan sejumlah pertanyaan kepada jamaah. Ia menanyakan tanggal dan nomor berapa yang harus dipilih. Pertanyaan itu secara spontan dijawab kompak, " tanggal 13, nomor 1 dan 3 yang berarti 1 untuk pasangan TGB Amin dan 3 untuk pasangan SUFI ( Sukiman Lutfi ) balas jamaah dengan suara tinggi, Kamis(2/5). Tak hanya itu disekitar area ponpes tampak terpasang baliho pasangan TGB Amin, yang dibawahnya tertulis " Keluarga Besar Ponpes Darul Kamal An-Nur" Sejumlah bendera parpol juga berkibar di sepanjang jalur Aikmel-Suela.
Sementara itu, Dr TGH Muh Zainul Majdi dalam tausyiahnya menekankan pentingnya pendidikan. Peran orang tua sangat menentukan bagi kelangsungan pendidikan generasi muda. Selain TGB, hadir pula petahana Lombok Timur. HM Sukiman Azmy, orang nomor satu di Lotim ini hadir lebih dulu sebelum TGB. Selain dua tokoh ini, ada juga wajah familiar lainnya, yakni TGH Husnuddu'at. Ia turut tampil memberikan pengajian.( Sumber Radar Lombok )

Kamis, 02 Mei 2013

KATA MEREKA TENTANG TGB

NWBersatu.


Tgbamin.com-Sosok yang dibahas kali ini bukan sosok yang asing di telinga dan mata kita, bahkan sudah sangat familiar. Hampir 5 tahun lebih berita tentang dirinya, aktifitas, dan kinerjanya seolah menjadi menu wajib surat kabar yang terbit di seantero NTB. Termasuk juga Lombok Post sebagai koran terbesar se-NTB.
Muhammad Zainul Majdi adalah tokoh fenomenal dunia kepesantrenan hari ini. Dia yang akrab disebut TGB, sebelum menjabat Gubernur, selama kurang lebih 10 tahun bersafari dakwah mengadakan pengajian di kota dan di kampung se-NTB. Kaset ceramahnya diputar di rumah-rumah dan di masjid-masjid mengimbangi ceramah KH. Zainuddin MZ. Akhirnya tatkala mencalonkan diri sebagai Gubernur NTB tahun 2008 lau, hal itu seolah membuka lembaran baru perpolitikan NTB.
Bagaimana tidak, seperti ditulis oleh Dr. Rasmianto dalam kata pengantar sebuah buku yang mengulas kiprah tokoh kita ini, bahwa dia hadir di NTB yang penuh warna dan penuh kejutan. Satu sisi dia merefresentasikan dunia ketuanguruan dan di sisi lain merefresentasikan birokrat santri yang masih muda belia. “Sebagai sosok tuan guru, muda lagi, dia hadir pada saat dan waktu yang tepat,” tulisnya.
Penulis merekam beberapa testimoni dan opini dari beragam kalangan tentang Muhammad Zainul Majdi sebagai seorang pribadi, intelektual, ulama, dan Gubernur NTB.
TGB sebagai Gubernur NTB
Suatu hari penulis berdialog ringan dengan salah satu ajudan Gubernur NTB saat bersilaturrahim ke Ummi Siti Rauhun dan TGB di gedeng Pancor. Penulis bertanya padanya tentang kesan menjadi ajudan TGB. Ia menjawab bahwa dirinya banyak mendapat ilmu dari TGB. “Gubernur sekarang inilah yang paling dekat dengan bawahan atau pegawainya. Beliau sering keliling kantor, tanya ini itu tentang pekerjaan. Ia selalu senyum tapi tegas. ”Menurutnya itulah kesan rekan-rekan kerjanya yang sudah lama di Gubernuran. Ketika penulis desak apa kekurangannya, dia menjawab, “Kurangnya, tidak banyak orang seperti beliau, menurut saya beliau rendah hati tapi wibawanya nggak dibuat-buat.”
Selepas cucu pendiri NW, TGKH M. Zainuddin Abdul Majid ini terpilih menjadi Gubernur periode 2008-2013, antusiasme masyarakat mengundang TGB dalam berbagai kegiatan meningkat tajam. Tidak saja dalam kegiatan agama, seperti pengajian, peletakan batu pertama masjid, madrasah, pesantren, khutbah Jum’at, namun menjalar ke semua kegiatan lain seperti seminar berbagai disiplin ilmu, pelantikan pengurus ormas, diskusi publik, studium general, hingga sunatan anak. Menurut orang dalam gubernuran, antusiasme luar biasa ini tidak terjadi pada Gubernur-gubernur NTB sebelum TGB. “Jadi wajar bila TGB tidak bisa hadiri semua, badan beliau cuma satu, seandainya bisa menghadiri semua, maka akan dipenuhinya. Jadi terpaksa ia berbagi peran dengan wakil atau rekan beliau.”Demikian penuturannya. Biasanya selepas selesai acara di kampus atau di masyarakat, TGB selalu dikerubuti jamaah atau mahasiswa sekedar bersalaman, minta kepala anaknya dielus, bahkan minta foto-foto.
Kehadiran beberapa ulama Timteng di Pendopo Gubernur NTB adalah peristiwa langka sebelumnya, bahkan mungkin saja belum pernah. Namun, saat NTB dipimpin TGB, Alhamdulillah mereka menginjakkan kaki di sana dan diterima sebagai tamu kehormatan daerah. Menghormati ulama dan memuliakannya adalah akhlak Islami yang fundamental sekali, sebab mereka adalah penyambung lidah para Nabi. Tercatat Prof. Dr. Abdul Hayy Al-Farmawi asal Mesir, Al-Habib Zain bin Sumaith yang tinggal di Jeddah, Al-Habib Salim As-Syatiry asli Yaman, dan Dr. Muhammad bin Ismail Zain Al-Makki domisili Makkah, adalah para tamu Gubernur. Panitia tidak lupa mengundang para tuan guru dan alim ulama menemani TGB mendengar siraman tausyiah dari para ulama itu. Para Tuan Guru berseloroh tidak ada ceritanya dari dulu Tuan guru ngaji ke pendopo, kecuali di masa TGB menjabat. Ada pula yang bergumam, “Pendopo seolah rumah sendiri”.
Dalam sebuah pengajian, TGH. Habib Tantawi, asal Praya menceritakan bahwa saat rombongan Tuan guru dan pimpinan ponpes se-NTB yang dipimpin TGH. Safwan Hakim mengadakan kunjungan ke beberapa ponpes di Jawa, salah satunya adalah Pondok Modern Gontor, Kiyai Gontor, Dr. KH. Syukri Zarkasi memberi motivasi kepada para santrinya. Di dampingi para Tuan guru asal NTB ia menyatakan bahwa para santri Gontor harus termotivasi agar bisa mengikuti jejak Gubernur NTB. Gubernur termuda Indonesia yang lahir dari rahim pesantren. Ini menandakan euporia kebangkitan pesantren dengan terpilihnya TGB telah menjalar ke seluruh Indonesia.
Ini terbukti ketika adik penulis yang pernah tinggal di kota Jayapura selama 11 bulan. Dari beberapa masjid yang dia kunjungi dan berdialog dengan para pengurus di sana, banyak kesan seragam yang membuat ia takjub. Ketika ia ditanya, “Ustadz asal mana?” Lantas dia menjawab berasal dari Lombok. Mereka rata-rata menjawab, “Lombok itu NTB, yang gubernurnya termuda dan Kiyai itu? Kami bangga, meskipun bukan orang NTB, ada pemuda muslim sekaligus ulama menjadi pimpinan daerah. Seandainya di semua daerah seperti itu,” ungkapnya.
TGB Sebagai Ulama dan Intelektual
Testimoni ini riwayatnya shahih, penulis dengar langsung dari dua orang rekan TGB, dalam kesempatan berbeda, pertama Dr. Muhlis Hanafi, dosen UIN Jakarta dan anggota badan pentashih Al-Qur’an pusat dan Dr. M. Said Ghazali, dosen IAIH Pancor dan IAIN Mataram. Keduanya sahabat karib TGB di Mesir. Saat TGB mengambil Magister di Al-Azhar jurusan Tafsir Al-Qur’an, tahun pertama (fashlul awwal) jumlah mahasiswa yang diterima 40 orang. Setiap kenaikan tingkat diadakan semester, hanya yang nilainya bagus saja yang lulus. Ternyata pada tahun kedua atau fashlu atsani tidak ada yang lulus, kecuali hanya seorang, yaitu TGB. Akhirnya hingga Menggondol gelar S2, beliau hanya belajar 4 mata dengan para dosennya, karena hanya TGB seorang yang tersisa di kelas itu.
Gelar doktor ilmu tafsir pun berhasil diraihnya. Di sela-sela kesibukannya sebagai Gubernur, ia berhasil menyelesaikan disertasinya tentang studi filologi atas Tafsir Ibnu Kamal Basya dari surat An-Naml hingga surat As-Shaffat. Disertasi itu meliputi editing naskah manuskrip yang ditulis abad 10 H, memberi kritik, komentar, dan analisis metode penafsiran. Oleh pengujinya yang terdiri dari pakar Tafsir kelas dunia, ia dianugerahi Martabah Syaraf Al-Ula atau Summa Cumlaude dengan merekomendasikan risetnya untuk dicetak dan disebarluaskan ke dunia Islam atas biaya Al-Azhar.
Keunggulan intelektual TGB memang sudah tercium sejak masih belajar di Pancor. Penulis sering menjumpai Zainul Majdi muda sering membeli buku baru di toko buku milik penulis, Toko Hikmah Pancor. Penulis sering mendapatinnya sedang menyetor hafalan di rumah Syaikh Jum’ah Al-Misry, seorang masyaikh Ma’had DQH NW Pancor asal Mesir di awal tahun 90-an. Bahkan, menurut cerita para guru senior di Muallimin, almamater penulis, terkadang TGB ketiduran di kelas saat guru sedang menerangkan. Namun, saat dia ditanya materi yang disampaikan saat itu, dia selalu bisa menjawab dengan jawaban yang memuaskan. Zainul Majdi adalah primadona dan buah bibir secara turun menurun di madrasah Muallimin Pancor hingga kini.
Dalam kunjungannya ke Yayasan Pendidikan Hamzanwadi NW Pancor, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. M. Nuh menyebut bahwa TGB adalah aset NTB. Bahkan dirinya berharap TGB ke depannya bisa memimpin Indonesia, bahkan berpotensi memimpin dunia. Ungkapannya itu sontak disambut gema takbir ribuan santri yang hadir malam itu. Kesan yang sama disampaikan oleh Rektor UIN Malang, Prof. Imam Suprayogo saat TGB menyampaikan studium general di kampus yang dipimpinnya. Selepas mendengar presentasi TGB tentang Pendidikan Islam, ia terkagum-kagum. Menurutnya ia tidak sefaham dengan opini sebegaian orang bahwa Indonesia mengalami krisis kepemimpinan masa depan. Buktinya, Indonesia masih punya stok calon presiden masa depan, satu di antaranya adalah Muhammad Zainul Majdi. Subhanallah.
Penulis H. Ahmad Zainul Hadi, MA
(Alumnus Pascasarjana UIN jakarta, kini dosen IAIH Pancor)

Recent Posts

Daftar Blog Saya

The Best

iklan

Related Websites

Ada kesalahan di dalam gadget ini