Ada Yang Mantap di Sini!

PPC Iklan Blogger Indonesia

Ada Yang Mantap di Sini!

PPC Iklan Blogger Indonesia

Minggu, 06 Januari 2013

ORATOR HANDAL NW WAFAT

NWBersatu.
TGH. Mahmud Yasin,QH
Sabtu 6 Januari 2013 merupakan hari duka cita bagi warga Nahdlatul Wathan, pasalnya satu lagi syaikhul Ma’had Darul Qur’an Wal-hadits meninggal dunia, beliau adalah TGH.Mahmud Yasin. Beliau meninggal dunia dalam usia 65 tahun, meninggalkan satu orang istri, 3 anak dan 3 orang cucu. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi Nahdlatul Wathan, beliau seorang oratur handal milik NW, syaikh min masyaikhul ma’had setelah Almagfurulah Maulana Syaikh wafat, kecerdikan dan kesalihan beliau tak kan terlupakan, tidak saja bagi tullab tholibat ma’had akan tetapi bagi warga Nahdlatul Wathan semua.
TGH. Mahmud Yasin wafat pada hari Sabtu di Rumah Sakit Umum Mataram pada pukul 14.10 menit wita setelah selama 9 tahun beliau menderita sakit. Sakit yang beliau derita tidak membuat beliau lemah dan malas untuk berjuang, akan tetapi beliau tetap tegar terus berdakwah dan memberikan pencerahan pada masyarakat dan khususnya warga Lendang Kekah atau tempat dimana beliau memiliki pondok pesantren bernama Pondok Pesantren Islahul Ummah. Pondok Pesantren yang diharapkan mampu memperbaiki perilaku atau akhlak ummat yang setiap hari membutuhkan gemblengan dan arahan kea rah yang lebih positif.
Pengantar Jenazah yang Memadati Lokasi Pemakaman
TGH. Mahmud Yasin begitu dicintai oleh murid-muridnya, dikagumi karena ketegasannya, kecerdasannya sehingga tidak satupun warga ma’had pasti mengenal beliau. Sejak pagi buta, beliau sudah duduk bersila memberikan pengajian bagi santrinya, selepas itu beliau pergi mengajar ke madrasah sampai sore tiba, tak ada waktu terbuang kecuali untuk pembinaan ummat.
Ketika Maulana Syaikh masih hayat, beliau sering disebut karena kesalihannya bahkan saat itu beliau disebut tuan guru oleh Maulana Syaikh sendiri, banyak sekali ilmu hikmah yang ada pada Nahdlatul Wathan yang beliau ketahui karena kedekatannya dengan Maulana Syaikh. Meski beliau tidak pernah menamatkan pendidikan di Madrasah Shaulatiyyah Makkah seperti masyaikh-masyaikh yang lain, akan tetapi berkat ketekunan dan kecerdasan serta didukung langsung penerimaan ilmu dari Maulana Syaikh Zainuddin Abdul Majid di MDQH menjadikan beliau luar biasa dalam bidang ilmu, tidak saja ilmu agama akan tetapi handal juga dalam bidang politik dan manajemen. Kemapanan beliau itulah yang menyebabkan Maulana Syaikh mengangkatnya menjadi Wakil Kepala Madrasah Aliyah Mu’allimat NW Pancor mendampingi istri Maulana Syaikh sendiri yaitu Hajjah Baiq Zuhriyah Muhtar.
Setelah kepergian beliau, perjuangan tidak akan putus dari generasi beliau. Telah dipersiapkan anak kandung ustaz Abdul Khaliq yang sedang belajar di Madrasah Shaulatiyyah Makkah dan cucu beliau dari putri pertama beliau yaitu Siti Khumairo. Cucu beliau tersebut ketika TGH. Mahmud Yasin wafat masih berumur 9 tahun, namun telah mampu menghapal Alqur’an 30 juz. Ini bertanda beliau orang yang ikhlas pada pengabdiannya pada Nahdlatul Wathan sehingga dianugerahi penerus yang hebat.
TGH. Mahmud Yasin dimakamkan di dekat makam anak pertama yang begitu ia cintai yaitu dekat makam Muhammad Al-Washiti yang meninggal dalam perjuangan ketika menimba ilmu di Ma’had Darul Qur’an Wal-Hadits. Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah dan bertemu dengan para nabi dan orang-orang yang sholeh. Amin Ya Robbal Alamin. Selamat jalan guruku tercinta.

1 comments:

Muhamad Usman mengatakan...

guruku tercinta mdh2an dengan kepergianmu penerusmu bermunculan dimana2 untuk melanjutkan risalah perjuangan NW ini.

Recent Posts

Daftar Blog Saya

The Best

iklan

Related Websites

Ada kesalahan di dalam gadget ini